Friday, February 10, 2012

rahmat ujian

andai bisa ku kutip setiap detik kemanisan
menjadi koleksi temani kala duka datang bertandang
agar hati ini tidak terlalu keras menegakkan protes
hingga aku terlupa pada nikmat semalam

tak buta tuli menunding jari tak tentu arah
derita hari ini bisa terhapus andai timbul rasa syukur
di mana kita saat melompat penuh keriangan
di puncak kelalaian atau di atas sejadah bersimpuh menadah doa ?

titipan kelam ini tak selamanya kekal menetap
kefanaan ini menguji seteguh manakah iman di dada
keduanya sama cuba ujiannya berbeza bentuk
mendekatkakn diri pada Allah adalah sebaik penyelesaian

benar roda itu ibarat peredaran kehidupan
abadikan diri pada yang Esa sebelum tiba saatnya terhenti

Wednesday, February 8, 2012

IBU

mata si ibu sarat menakung beban air mata
saat melihat si anak melangkah pergi
tenang melambaikan tangan perpisahan 
sedang di hati sayu memendam rasa


anak yang pergi entah kapankan kembali
jauh membawa diri mengisi ilmu di dada
si tua meratap sendirian menyepi
meghitung detik ketemu kembali

sedia bertemankan sepi demi sebuah pengorbanan
usia hidup semakin beranjak meniti hari
sedangkan dia layak bertemankan keriangan
namun kekosongan itu hanya menyapa gemaan 

acapkali si anak terlupa pada janji
si ibu terusan menanti kiriman khabar tanpa jemu
ke mana hendak dihemburkan rasa rindunya yang membuak
sepatah kata dari si anak bisa melahirkan pelangi di hati kecilnya yang suram

doa seorang ibu tak pernah lekang dari bibirnya yang merekah
hidupnya demi kebahagiaan si anak walaupun diri sendiri terabai
kasih yang dibentangkan seluas lautan tak bertepi
hanya senyuman yang lahir walau sesukar manapun kenyataan

ajal yang datang tidak memberikan sebarang tanda
hargai dia sebelum semuanya jadi kenangan yang tak mungkin terulang :')